{"id":1080,"date":"2013-07-10T11:43:34","date_gmt":"2013-07-10T15:43:34","guid":{"rendered":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/?p=1080"},"modified":"2022-05-06T10:48:42","modified_gmt":"2022-05-06T14:48:42","slug":"membawa-filibuster-ke-dpr","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/","title":{"rendered":"Membawa Filibuster ke DPR"},"content":{"rendered":"<p>Selasa (25\/7) pagi adalah saat bersejarah di negara bagian Texas yang merupakan basis partai Republik. Senator Wendy Davis dari partai Demokrat melancarkan <i>filibuster<\/i> terhadap sebuah rancangan peraturan yang, seperti ditekankan para penentangnya, \u00a0akan menutup klinik aborsi resmi dan membahayakan kesehatan reproduksi perempuan. Senator Davis mengkritisi rancangan tersebut selama 12 jam tanpa makan, duduk, pergi ke kamar kecil, dan minum. Pada akhirnya, ia sukses menggagalkan peraturan tersebut.<\/p>\n<p>Secara sederhana, <i>filibuster<\/i> adalah upaya untuk menghalangi pengesahan sebuah produk legislatif dengan menunda pemungutan suara atasnya. Bila suatu rancangan undang-undang (RUU) tidak dapat dihitung suara pendukung dan penentangnya, tentu saja RUU tersebut tidak dapat disahkan. Anggota parlemen umumnya menggunakan pidato kritik atas RUU sebagai taktik penundaan. Pelaku <i>filibuster<\/i> bicara tanpa henti mulai dari saat sidang dibuka sampai kapanpun batas waktu RUU tersebut..<\/p>\n<p>Seperti yang senator Davis tunjukan, <i>filibuster<\/i> efektif untuk menghalangi RUU yang didukung oleh mayoritas tapi berpotensi merugikan kelompok kecil di masyarakat. Dalam konteks melindungi kelompok-kelompok marginal dari intervensi kelompok yang lebih kuat itu lah kita bisa memahami bagaimana mengenalkan <i>filibuster <\/i>pada DPR kita dapat meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><b>Mengapa\u00a0 <i>Filibuster<\/i><\/b><\/p>\n<p>Sebagai awalan, <i>filibuster <\/i>dapat meningkatkan legitimasi sebuah produk perundang-undangan. Karena tujuan <i>filibuster<\/i> adalah menghalangi RUU yang merugikan kelompok marginal di masyarakat, apabila dalam pembahasan suatu RUU kontroversial tidak ada seorang pun yang melakukan <i>filibuster <\/i>terhadap RUU itu, kita bisa menyimpulkan bahwa RUU itu sejatinya masih bisa diterima oleh semua pihak.<\/p>\n<p>Lebih jauh lagi, <i>filibuster<\/i> dapat memecah kebuntuan aspirasi yang sering dikeluhkan dalam politik kita. Saat ini, semua aspirasi harus melalui partai. Sayangnya, tidak ada jaminan aspirasi-aspirasi tersebut akan mempengaruhi sikap partai karena partai juga harus menimbang berbagai macam isu dan memilih posisi terbaik yang menguntungkannya. Ketika partai menganggap suatu isu tidak penting, hampir tidak ada yang bisa dilakukan rakyat awam.<\/p>\n<p><i>Filibuster <\/i>memecah kebuntuan tersebut. Dalam konteks RUU kontroversial, para penentang RUU tidak lagi harus bersandar pada partai. Mereka juga tidak perlu lagi memenangkan mayoritas parlemen. Mereka hanya perlu mencari satu anggota DPR yang bersedia melakukan <i>filibuster <\/i>untuk mereka. Dengan <i>filibuster, <\/i>bahkan ketika semua partai setuju, rakyat awam\u2014dengan bantuan seorang anggota dewan\u2014tetap dapat berkata &#8220;tidak&#8221;.<\/p>\n<p>Terakhir, <i>filibuster<\/i> dapat mendorong kelompok marginal di masyarakat untuk aktif dalam politik. Saat ini, tidak ada insentif bagi kelompok-kelompok itu untuk terlibat dalam politik. Jumlah mereka yang kecil membuat suara mereka tenggelam oleh suara kelompok yang lebih besar atau berkuasa. <i>Filibuster <\/i>menawarkan terobosan dengan mendorong kelompok-kelompok itu untuk membentuk partai gerakan mereka sendiri. Sebagai partai gerakan, tujuan mereka hanyalah melindungi konstituennya dan bukan menguasai parlemen.<\/p>\n<p>Partai gerakan tidak dapat berbuat banyak dalam sistem kita sekarang yang mengandalkan suara mayoritas. Tapi, partai gerakan akan sangat diuntungkan oleh adanya <i>filibuster<\/i>. Kelompok-kelompok marginal tidak akan lagi dipusingkan bagaimana memperoleh kursi banyak. Mereka hanya perlu membuat partainya lolos ambang batas parlemen. Dengan <i>filibuster<\/i>, secara ekstrem dapat dibilang bahwa bahkan satu anggota dewan dapat membuat perbedaan. Tentu saja <i>filibuster <\/i>itu sendiri perlu diatur sehingga tidak melumpuhkan pemerintah. Tapi setidaknya, ia<i> <\/i>akan menjadi mekanisme penyeimbang bagi kekuasaan oligarkis partai yang mendominasi proses legislasi selama ini.<\/p>\n<p><b>Dua Sisi Demokrasi<\/b><\/p>\n<p>Namun demikian, bisa saja kita keberatan dan mengatakan <i>filibuster <\/i>tidak demokratis. Tidak adil bila <i>filibuster <\/i>satu orang menegasikan keputusan orang banyak. <i>Filibuster <\/i>tidak demokratis, bila kita mendefinisikan demokrasi hanya sebagai mayoritas harus didengarkan (<i>majority rules<\/i>). Demokrasi juga tentang minoritas harus dilindungi (<i>minority rights<\/i>). Melindungi mereka yang terkecil dan terlemah di antara kita sama pentingnya dengan menangkap aspirasi mereka yang banyak.<\/p>\n<p>Kita tidak bisa melindungi mereka yang termarginalkan dengan hukum bila hukum itu sendiri sudah diskriminatif. Karena itulah, menjadi penting untuk memberi perlindungan sejak proses legislasi dengan cara memberi mereka kesempatan untuk menghalangi RUU yang akan mendiskriminasi mereka.<\/p>\n<p>Tidak ada yang meragukan bahwa kita semakin cakap dalam menangkap aspirasi masyarakat. Sayangnya, kita masih sering mengabaikan mereka yang terpinggirkan karena perbedaan agama, etnisitas, status ekonomi, atau cara hidup. Bila kita menginginkan demokrasi kita menjadi lebih dari sekedar demokrasi &#8220;50% <i>plus<\/i> satu&#8221;, kita perlu terus mencari cara untuk melindungi dan memahami secara lebih baik suara mereka yang termarginalkan. <i>Filibuster<\/i>, meskipun mungkin aneh untuk standar kita sekarang, bisa jadi satu alternatif untuk melakukan hal tersebut. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Filibuster menjadi alat partai minoritas di Amerika untuk mengekang agenda partai mayoritas. Barangkali bisa berguna di Indonesia untuk menjaga hak-hak kelompok minoritas.<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":1771,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[24,30],"tags":[],"class_list":["post-1080","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-opinion"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Membawa Filibuster ke DPR - Nathanael Gratias Sumaktoyo&#039;s Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Membawa Filibuster ke DPR - Nathanael Gratias Sumaktoyo&#039;s Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Filibuster menjadi alat partai minoritas di Amerika untuk mengekang agenda partai mayoritas. Barangkali bisa berguna di Indonesia untuk menjaga hak-hak kelompok minoritas.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nathanael Gratias Sumaktoyo&#039;s Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-07-10T15:43:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-05-06T14:48:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nathanael.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Membawa-Filibuster-ke-DPR.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nathanael\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nathanael\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/membawa-filibuster-ke-dpr\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/membawa-filibuster-ke-dpr\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Nathanael\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/29ad566def34f43b8bee17d19613c2e4\"},\"headline\":\"Membawa Filibuster ke DPR\",\"datePublished\":\"2013-07-10T15:43:34+00:00\",\"dateModified\":\"2022-05-06T14:48:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/membawa-filibuster-ke-dpr\\\/\"},\"wordCount\":668,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/membawa-filibuster-ke-dpr\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Membawa-Filibuster-ke-DPR.jpg?fit=300%2C300&ssl=1\",\"articleSection\":[\"Bahasa Indonesia\",\"Opinion\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/membawa-filibuster-ke-dpr\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/membawa-filibuster-ke-dpr\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/membawa-filibuster-ke-dpr\\\/\",\"name\":\"Membawa Filibuster ke DPR - Nathanael Gratias Sumaktoyo&#039;s Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/membawa-filibuster-ke-dpr\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/membawa-filibuster-ke-dpr\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Membawa-Filibuster-ke-DPR.jpg?fit=300%2C300&ssl=1\",\"datePublished\":\"2013-07-10T15:43:34+00:00\",\"dateModified\":\"2022-05-06T14:48:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/29ad566def34f43b8bee17d19613c2e4\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/membawa-filibuster-ke-dpr\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/membawa-filibuster-ke-dpr\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/membawa-filibuster-ke-dpr\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Membawa-Filibuster-ke-DPR.jpg?fit=300%2C300&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Membawa-Filibuster-ke-DPR.jpg?fit=300%2C300&ssl=1\",\"width\":300,\"height\":300},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/membawa-filibuster-ke-dpr\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Membawa Filibuster ke DPR\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Nathanael Gratias Sumaktoyo&#039;s Blog\",\"description\":\"&quot;Be faithful in small things because it is in them that your strength lies.&quot; -Mother Teresa\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/29ad566def34f43b8bee17d19613c2e4\",\"name\":\"Nathanael\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0355cc1aba5eacaa5e76f6e3cb749df0abf0432547ac4d9e3de9fdda43c5a210?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0355cc1aba5eacaa5e76f6e3cb749df0abf0432547ac4d9e3de9fdda43c5a210?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0355cc1aba5eacaa5e76f6e3cb749df0abf0432547ac4d9e3de9fdda43c5a210?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nathanael\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/nathanael.id\\\/blog\\\/author\\\/nath_blog_wp\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Membawa Filibuster ke DPR - Nathanael Gratias Sumaktoyo&#039;s Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Membawa Filibuster ke DPR - Nathanael Gratias Sumaktoyo&#039;s Blog","og_description":"Filibuster menjadi alat partai minoritas di Amerika untuk mengekang agenda partai mayoritas. Barangkali bisa berguna di Indonesia untuk menjaga hak-hak kelompok minoritas.","og_url":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/","og_site_name":"Nathanael Gratias Sumaktoyo&#039;s Blog","article_published_time":"2013-07-10T15:43:34+00:00","article_modified_time":"2022-05-06T14:48:42+00:00","og_image":[{"width":300,"height":300,"url":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Membawa-Filibuster-ke-DPR.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nathanael","twitter_misc":{"Written by":"Nathanael","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/"},"author":{"name":"Nathanael","@id":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/#\/schema\/person\/29ad566def34f43b8bee17d19613c2e4"},"headline":"Membawa Filibuster ke DPR","datePublished":"2013-07-10T15:43:34+00:00","dateModified":"2022-05-06T14:48:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/"},"wordCount":668,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/nathanael.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Membawa-Filibuster-ke-DPR.jpg?fit=300%2C300&ssl=1","articleSection":["Bahasa Indonesia","Opinion"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/","url":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/","name":"Membawa Filibuster ke DPR - Nathanael Gratias Sumaktoyo&#039;s Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/nathanael.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Membawa-Filibuster-ke-DPR.jpg?fit=300%2C300&ssl=1","datePublished":"2013-07-10T15:43:34+00:00","dateModified":"2022-05-06T14:48:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/#\/schema\/person\/29ad566def34f43b8bee17d19613c2e4"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/#primaryimage","url":"https:\/\/i0.wp.com\/nathanael.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Membawa-Filibuster-ke-DPR.jpg?fit=300%2C300&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/nathanael.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Membawa-Filibuster-ke-DPR.jpg?fit=300%2C300&ssl=1","width":300,"height":300},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/membawa-filibuster-ke-dpr\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Membawa Filibuster ke DPR"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/","name":"Nathanael Gratias Sumaktoyo&#039;s Blog","description":"&quot;Be faithful in small things because it is in them that your strength lies.&quot; -Mother Teresa","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/#\/schema\/person\/29ad566def34f43b8bee17d19613c2e4","name":"Nathanael","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0355cc1aba5eacaa5e76f6e3cb749df0abf0432547ac4d9e3de9fdda43c5a210?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0355cc1aba5eacaa5e76f6e3cb749df0abf0432547ac4d9e3de9fdda43c5a210?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0355cc1aba5eacaa5e76f6e3cb749df0abf0432547ac4d9e3de9fdda43c5a210?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nathanael"},"url":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/author\/nath_blog_wp\/"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/nathanael.id\/blog\/wp-content\/uploads\/Membawa-Filibuster-ke-DPR.jpg?fit=300%2C300&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pc0Zvf-hq","jetpack_likes_enabled":false,"jetpack-related-posts":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1080","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1080"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1080\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2266,"href":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1080\/revisions\/2266"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nathanael.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}